Gerbang Registrasi Kontributor Profil Siaran Pers Kontak Kami
kategori
sindikasi
Tentang Sindikasi
Pedoman Penulisan
FAQ



  profil

 
ENGLISH  |  BAHASA

Yayasan Pantau

Yayasan Pantau adalah sebuah lembaga yang bertujuan memperbarui jurnalisme di Indonesia. Sejak 2003, Pantau aktif dan berinsiatif menjalankan program pelatihan wartawan, konsultan media, riset, penerbitan, serta diskusi terbatas demi mendorong perbaikan mutu jurnalisme di Indonesia, utamanya kawasan timur Indonesia

Awalnya Pantau sebuah majalah yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada 1999. Majalah ini terbit tiap bulan dengan laporan-laporan panjang dan mendalam, soal media, Aceh, terorisme, dan lain-lain. Isinya, sekitar 60 persen soal media dan 40 persen nonmedia. Pantau jadi fenomena baru dalam jurnalisme Indonesia karena untuk kali pertama media Indonesia diliput media lain dengan standar wajar -tanpa standar ganda karena khawatir saling mengganggu sesama wartawan.

Pada Februari 2003, manajemen ISAI memutuskan menutup majalah Pantau karena kesulitan cash flow.

Ini mengecewakan cukup banyak kontributor Pantau. Mereka merasa misi meningkatkan mutu jurnalisme Indonesia dan melayani publik lewat informasi-informasi yang independen dan bermutu jadi terputus. Mereka ingin majalah ini diterbitkan lagi karena di Indonesia tak ada media yang menyajikan informasi dengan bercerita atau "story telling" macam The New Yorker atau The Atlantic Monthly. Riset dalam, banyak referensi, dan enak dibaca.

Pada Agustus 2003, mereka berinsiatif mendirikan Yayasan Pantau. Majalahnya terbit lagi. Isunya diperluas: politik-cum-kebudayaan. Tapi karena investor yang tadinya mau masuk mengurungkan niatnya dan Pantau sendiri tak punya tenaga bisnis yang mumpuni, majalah ini kembali berhenti terbit. Majalah ini hanya sempat hadir tiga edisi.

Tapi bagi kami di Yayasan Pantau, banyak cara untuk menunjukkan sikap perduli terhadap jurnalisme di Indonesia, tidak hanya sebatas menerbitkan majalah tapi juga melatih wartawan-wartawan di Indonesia dan menjalin kerjasama sinergi, baik dalam skala lokal, nasional, dan internasional. Sejumlah program telah dijalankan. 


Sejak 2001, Pantau menjalankan kursus menulis tiap semester: Kursus Jurnalisme Sastrawi dengan pengampu Janet Steele dari Universitas George Washington, dan Andreas Harsono serta Linda Christanty dari Pantau.


Pantau juga membuka Kursus Narasi yang cocok untuk orang yang berminat menulis esai atau buku sejak tahun 2007. Pendekatannya pada materi nonfiksi. Kursus ini diampu oleh Andreas Harsono dan Budi Setiyono (klik “TRAINING”).

Pantau juga memiliki sebuah kantor di Aceh, yang menjalankan program pemantauan atas rekonstruksi dan media di Aceh pascatsunami dan pascakonflik. Seiring dengan kebutuhan pengembangan tema liputan dan permintaan pembaca, kini kantor ini juga menyediakan feature atau narasi dari luar Aceh. Liputan-liputannya dijual melalui Sindikasi Pantau. 

Pantau juga mengelola sebuah mailing list pantau-komunitas@yahoogroups.com dengan anggota lebih dari 600 wartawan, produser, dan mahasiswa. Ada juga mailing list pantau-kontributor@yahoogroups.com yang jadi medium komunikasi anggota Pantau. Sejumlah anggota Pantau telah memenangi beberapa penghargaan dalam bidang jurnalisme, fotografi, kartun, desain, dan karya fiksi.


Yayasan Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama 18 CD
Jakarta Indonesia 12220




 
 
      Training
      Riset
      Buku
      Souvenir





Untitled Document
  rssfeed
  Stay up to date at Pantau.or.id

Sembilan Elemen Jurnalisme
Tujuh Kriteria Sumber Anonim
Investigative Reporting
Jurnalisme Sastrawi
Byline
Pagar Api







Siaran Pers Baru     

07-July-08
Kontributor Pantau Aceh Feature Service, Junaidi Mulieng, meraih juara I penghargaan Green Journalist yang diselenggarakan Flora Fauna International.
Siaran Pers

Souvenir     

27-December-07
Mug bertema jurnalisme. Ada 500 buah, warna merah dan hitam, dengan kutipan Bill Kovach.
Mug Bertema Jurnalisme
 
     Buku Baru

COVERING OIL
11-December-07
Oleh : Editor Svetlana Tsalik dan Anya Schiffrin
BANYAK negara yang kaya sumber daya alam mengeksploitasi dan menggunakan kekayaan alamnya untuk memperkaya sekelompok minoritas, sementara korupsi dan salah kelola membuat rakyat banyak makin menderita.

     Training Baru

Narasi Jogja
11-April-08
Pantau membuka kursus baru bernama “Narasi.” Kursus ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang dengan memikat dan mendalam. Juga bagi mereka yang berminat menulis esai atau buku nonfiksi.
Copyrights © 2007, Pantau.or.id Allrights Reserved