Yayasan Pantau adalah sebuah lembaga yang bertujuan meningkatkan mutu jurnalisme. Mulanya ia didirikan sebagai sebuah majalah pada 1999. Namun majalah Pantau ditutup pada 2003. Awaknya, mendirikan Yayasan Pantau untuk meneruskan cita-cita majalah.
Sejak 2003, Yayasan Pantau aktif menjalankan program pelatihan wartawan serta diskusi demi mendorong perbaikan mutu jurnalisme di Indonesia dan sekitarnya.
Berbagai kerjasama telah dilakukan. Pada Desember 2003 misalnya, Pantau bekerjasama dengan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta menghadirkan Bill Kovach, wartawan terkemuka dunia, ketua Committee of Concerned Journalist dan kurator Nieman Foundation, Harvard University. Kovach berdiskusi di sejumlah kota di Indonesia, sambil meluncurkan bukunya "The Elements of Journalism," yang diterbitkan Yayasan Pantau dalam bahasa Melayu.
Pada Desember 2004, Yayasan Pantau menggandeng Michael Cowan, pengajar pada Columbia Graduate School of Journalism, New York, yang juga produser acara "Today" NBC.
Kerjasama internasional lain adalah dengan penulis buku "Covering Globalization," Anya Schiffrin dari Initiative of Policy Dialogue, sebuah lembaga nirlaba yang dikembangkan penerima Nobel Joseph E. Stiglitz. Beberapa nama lain adalah Mila Rosenthal dari Columbia University.
Sejak April 2005, Pantau bekerjasama dengan Bisnis Indonesia untuk melakukan workshop terhadap 60 wartawannya yang berlangsung selama empat bulan. Pada Mei 2005, Pantau bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia melatih wartawan-wartawan di Papua. Pantau juga mengorganisir jadwal dan kunjungan US Jefferson Fellows di Indonesia dan pada Juli hingga Desember 2005. Pantau terlibat dengan sejumlah riset dan training di Kupang, Ende, Aceh, Lampung, Pontianak, Jember dan sebagainya.
Bagi kami di Yayasan Pantau, banyak cara untuk menunjukkan sikap perduli terhadap jurnalisme di Indonesia, tak hanya sebatas menerbitkan majalah tapi juga melatih wartawan-wartawan di Indonesia dan menjalin kerjasama sinergi, baik dalam skala lokal, nasional, dan internasional. Banyak alumni dari program-program ini ikut menulis.
Kini ada sekitar 90 orang yang ikut menulis, memotret atau menggambar untuk majalah maupun sindikasi Pantau. |